Ijazah Hangus Tak Boleh Hambat Masa Depan, Disdikbud Kukar Siapkan Posko Pengaduan

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah (Dok: Media Meratus)

Media Meratus, Kutai Kartanegara – Kebakaran yang melanda permukiman di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan dan kehilangan harta benda, tetapi juga mengancam keberadaan dokumen penting milik warga, termasuk ijazah pendidikan.

Untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar membuka posko pengaduan bagi warga yang kehilangan ijazah akibat terbakar. Layanan ini disiapkan agar masyarakat terdampak mendapatkan pendampingan dalam menangani persoalan dokumen pendidikan mereka.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan posko tersebut dibuka untuk menampung laporan dari masyarakat yang ijazahnya ikut hangus dalam musibah kebakaran.

“Kita buka pos terkait dengan pengaduan untuk masyarakat yang ijazahnya terbakar,” ujarnya, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga  Kembang Janggut Siapkan Lumbung Ekonomi Berbasis Koperasi dan Industri

Menurut Heriansyah, kehilangan ijazah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian di tengah proses pemulihan warga. Dokumen pendidikan merupakan salah satu berkas penting yang dapat dibutuhkan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan maupun memenuhi keperluan administrasi lainnya.

Selain membantu warga yang kehilangan dokumen, Disdikbud Kukar juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas pendidikan di sekolah yang terdampak kebakaran.

Kelonggaran absensi diberikan kepada guru yang terdampak, khususnya di lingkungan SDN 002 Tenggarong, Jalan Kartini. Kebijakan tersebut memungkinkan para guru menyesuaikan kehadiran selama menjalani proses pemulihan dan memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.

“Kita berikan kelonggaran bagi guru yang terdampak itu untuk absen, di tempat posisi yang mereka sedang melakukan perbaikan di situ,” jelas Heriansyah.

Baca Juga  Parkir di Badan Jalan, Dishub Kutim Tegur Bengkel di Ruas Sangatta–Bontang

Di sisi lain, Disdikbud memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut telah kembali berjalan sejak Senin. Pelaksanaan pembelajaran tetap mempertimbangkan kondisi lapangan, terutama apabila asap masih berpotensi mengganggu kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Jika situasi belum aman untuk pembelajaran tatap muka, sekolah akan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Senin ini sudah berjalan mereka, walaupun metodenya mungkin lihat lagi situasi dan kondisi. Kalau misalnya kondisi kita masih, asap masih cukup berbahaya, kita lakukan PJJ,” ungkapnya.

Terkait fasilitas sekolah, Heriansyah menyebut tidak ada perangkat komputer yang terbakar. Sejumlah kursi juga masih dapat digunakan sehingga fasilitas yang tidak terdampak tetap bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga  Akses Vital Kaliorang – Maloy Mulai Ditingkatkan, Jalan Bangun Jaya – Citra Manunggal Jaya Digarap

“Yang kemarin enggak ada sih alat komputer yang terbakar itu enggak ada. Yang kursinya juga masih bisa kita gunakan. Alhamdulillah,” katanya.

Sementara itu, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar. Nilai tersebut merupakan estimasi biaya yang diperlukan untuk merehabilitasi kembali bangunan yang terdampak.

“Kalau kerugian itu mungkin sekitar Rp2 miliaran, bangunan itu kalau kita rehabilitasi kembali lagi,” pungkasnya.

Melalui pembukaan posko pengaduan ijazah dan penyesuaian kegiatan pendidikan, Disdikbud Kukar berupaya memastikan dampak kebakaran tidak semakin menghambat kebutuhan administrasi warga maupun proses pembelajaran. Pemulihan pascakebakaran diharapkan dapat berjalan seiring dengan terjaganya akses masyarakat terhadap layanan pendidikan. (Adv)

Bagikan: