Tukung Ritan Giat Melestarikan Budaya Melalui Festival Mecaq Undat

Momen festival mecaq undat Kukar. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Meski berada di wilayah yang cukup terpencil, Desa Tukung Ritan di Kecamatan Tabang membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga dapat diinisiasi secara mandiri oleh masyarakat desa.

Festival Mecaq Undat yang berlangsung pada 1–5 Mei 2025 menjadi wujud nyata dari semangat dan kemandirian warga dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang sarat makna.

Dengan dukungan Dana Desa sebesar Rp100 juta dan bantuan dari 26 perusahaan sekitar melalui program CSR, panitia berhasil mengumpulkan dana total sekitar Rp350 juta untuk menyukseskan acara ini.

Baca Juga  HKN ke-61 di Kutim Dimaknai dengan Aksi Nyata, Layanan Cek Kesehatan dan Donor Darah Diserbu Warga

Kepala Desa Tukung Ritan, Ubang Ului, menjelaskan bahwa persiapan festival dilakukan dengan matang dan melibatkan tokoh adat serta masyarakat luas agar tradisi yang diangkat tetap melekat kuat pada akar budaya setempat.

“Festival ini bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai bentuk komitmen kami untuk menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi,” katanya, Kamis (1/5/2025).

Festival menampilkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari atraksi sumpit, tari-tarian oleh berbagai kelompok usia, hingga ritual sakral “numbuk beras” yang dilaksanakan di Lamin Biok sebagai penghormatan kepada leluhur sekaligus penutup rangkaian acara.

Baca Juga  Festival Pesisir di Samboja Dorong Ekonomi Kreatif, Perputaran Uang Capai Ratusan Juta

Keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dari generasi muda hingga tua membuat festival ini menjadi wadah pewarisan budaya yang hidup dan penuh makna.

Plt. Kabid Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengakui keterbatasan peran Dispar Kukar dalam penyelenggaraan festival ini, khususnya pada aspek promosi digital dan dokumentasi. Namun, dia sangat mengapresiasi kemandirian yang ditunjukkan desa ini dan menilai Tukung Ritan sebagai contoh inspiratif bagi desa lain di Kukar.

“Dengan jumlah desa yang sangat banyak dan dana dinas yang terbatas, kami mendorong desa-desa untuk memanfaatkan Dana Desa serta menggandeng perusahaan lewat CSR. Tukung Ritan sudah membuktikan keberhasilan pendekatan ini,” jelasnya.

Baca Juga  Dispar Kukar Genjot Promosi Wisata Lewat Video Perjalanan dan Media Sosial

Meskipun keterlibatan UMKM masih dapat ditingkatkan, kehadiran pelaku usaha kecil yang menawarkan kuliner dan kerajinan lokal sudah memberikan nuansa tersendiri dalam festival.

Festival Mecaq Undat tahun ini bukan sekadar ajang perayaan, tetapi juga refleksi nyata bagaimana sebuah desa dapat menjadi pelopor dalam pelestarian budaya secara mandiri dan berkelanjutan, meski di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur.

Tukung Ritan hadir sebagai penyala semangat bagi desa-desa lain di Kukar untuk terus mengembangkan dan melestarikan budaya lokal mereka.(Adv)

Bagikan: