Koperasi Merah Putih Dibentuk, Desa Margahayu Perkuat Ekonomi Petani

Kepala Desa Margahayu, Rusdi. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mengambil langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pembentukan Koperasi Merah Putih.

Koperasi ini dirancang untuk mendukung sektor pertanian dan memberikan layanan langsung bagi petani, khususnya di bidang sawit dan padi.

Kepala Desa Margahayu, Rusdi, menyebutkan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan bagian dari program nasional yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani di pedesaan.

Baca Juga  Revolusi Infrastruktur Olahraga Kutim Dimulai: Pemerintah dan Swasta Bergerak Bersama

Selain menyediakan alat dan sarana produksi pertanian, koperasi juga akan mengelola distribusi hasil panen serta memberi pendampingan kepada petani sawit.

“Saat ini, proses pembentukan koperasi sedang berjalan. Struktur pengurus sudah terbentuk, dan kami tinggal melengkapi dokumen legal serta menyempurnakan rencana kerja sesuai kebutuhan petani,” jelas Rusdi, Jumat (4/7/2025).

Koperasi Merah Putih difokuskan untuk memberi manfaat nyata bagi petani tanpa mengganggu peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah ada.

Baca Juga  Perjiwa Kembangkan Inovasi Pertanian dan Brand Beras Lokal Lewat BUMDes

Peran keduanya sudah dipetakan dengan jelas: koperasi akan menangani penyediaan alat pertanian, sarana produksi, gabah, dan layanan untuk petani sawit, sementara BUMDes akan mengelola distribusi hasil karet dan sektor lainnya.

Menurut Rusdi, sinergi antara koperasi dan BUMDes menjadi kunci penguatan ekonomi desa. Dua lembaga ini akan berjalan berdampingan, saling melengkapi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga  Pemkab Kukar Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Lahan Warga dan PT BDAM

“Kami ingin koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi desa, memberikan dukungan berkelanjutan kepada petani dari proses produksi hingga pemasaran,” tegasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah desa berharap tercipta kemandirian ekonomi yang kokoh, di mana masyarakat terlibat aktif dan memperoleh manfaat langsung dari pengelolaan potensi desa. (Adv)

Bagikan: