Dua Pendaki Asal Singapura Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono

Media Meratus, Maluku – Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara pada Jumat (08/05) menelan korban jiwa. Dua pendaki asal Singapura dilaporkan meninggal dunia setelah terdampak aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Kedua korban merupakan bagian dari rombongan pendaki yang berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi. Sedikitnya 20 pendaki lainnya disebut masih terjebak di lokasi.

Baca Juga  Polemik Kuota Hangus Mengemuka di MK, Hakim Soroti Dampak ke Konsumen

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, membenarkan adanya korban meninggal dunia.

“Informasi dari BPBD dan Basarnas ada dua yang meninggal. Warga negara asing, orang Singapura,” ujarnya, Jumat (08/05).

Ia mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Halmahera Utara, TNI, BPBD, dan Basarnas telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap para pendaki.

Baca Juga  Usai Bebas, Rita Widyasari Masih Hadapi Penyidikan Baru

Menurut informasi yang diterimanya, para korban dan pendaki yang selamat berada di sekitar bibir kawah Gunung Dukono.

“20 orang terjebak,” katanya.

Sementara itu, Basarnas menerima sinyal darurat atau SOS dari titik koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E yang diduga berasal dari lokasi para pendaki.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan laporan awal diterima dari Kepala Desa Mamuya dan telah dikonfirmasi.

Baca Juga  Kebakaran Besar Luluhlantakkan Ribuan Rumah Apung di Sandakan

“Beliau menginformasikan bahwa di lokasi tersebut, tepatnya di kawasan Gunung Dukono Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono,” ujarnya.

“Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban,” imbuhnya.

Bagikan: