Ancaman Pembatasan Produksi Batu Bara, Seno Aji Dorong Peralihan Ekonomi Kaltim ke Sektor Kreatif

Media Meratus, Kukar – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengingatkan adanya potensi perlambatan pembangunan daerah akibat rencana pembatasan produksi batu bara yang diperkirakan mulai berlaku pada 2026 hingga 2027 mendatang.

Menurutnya, kebijakan tersebut diprediksi akan berdampak besar terhadap perekonomian Kalimantan Timur yang selama ini masih bergantung pada sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan batu bara.

“Kita melihat ada rencana yang mungkin di tahun 2026-2027 ini kurang mendukung bagi pembangunan Kalimantan Timur, yaitu adanya pembatasan produksi,” ujar Seno Aji dalam sambutannya pada Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur di Grand Elty Singgasana Hotel, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga  Wagub Kaltim Dorong Karang Taruna Ambil Peran dalam Hilirisasi Industri Sawit

Ia menjelaskan, pembatasan produksi batu bara di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai sekitar 35 persen. Kondisi itu dinilai berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.

“Produksi batu bara, kita ada pembatasan yang cukup besar kurang lebih sekitar 35 persen penurunan produksi yang akan terjadi di Kalimantan Timur dan tentu saja akan membuat pemutusan hubungan kerja massal,” katanya.

Baca Juga  Jalan Poros Muara Jawa-Sangasanga 'Ambyar' Diduga karena Tambang

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur disebut mulai mendorong langkah peralihan arah pembangunan ekonomi dari sektor berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis sumber daya manusia dan ekonomi kreatif.

Seno Aji menilai transformasi ekonomi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas tenaga kerja sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.

“Nah ini kita upayakan bagaimana caranya kita melakukan shifting ekonomi dari ekonomi alam atau sumber daya alam menjadi ekonomi sumber daya manusia atau ekonomi kreatif,” ucapnya.

Baca Juga  UMK Kukar 2026 Disepakati, Tembus Rp3,9 Juta dengan Kenaikan Hampir 6 Persen

Ia menegaskan, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu solusi utama untuk menghadapi potensi penurunan lapangan kerja di sektor pertambangan.

“Ini sangat penting karena menghindarkan penurunan tenaga kerja dan peningkatan kemiskinan. Kita hanya bisa melakukan kerja-kerja penambahan ekonomi kerakyatan yang ada di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Bagikan: