Media Meratus, Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperkuat kapasitas petani di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, melalui program Peningkatan Kapasitas Petani (PAK TANI). Sebanyak 30 petani mendapat pelatihan budidaya, pengendalian hama, pengolahan kompos, hingga manajemen kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Pelatihan yang berlangsung pada Minggu (4/10/2026) tersebut juga disertai penyaluran 62 sak Biodex dan 30 unit electric sprayer untuk mendukung penerapan materi di lapangan.
SVP Umum Pupuk Kaltim, Wisnu Wibowo, mengatakan program ini dirancang agar petani tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki sarana pendukung untuk menerapkannya dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perlu berjalan seiring dengan ketersediaan sarana pertanian. Dengan demikian, materi pelatihan dapat dipraktikkan dan memberikan dampak nyata terhadap produktivitas petani.
“Melalui PAK TANI, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan sesuai kebutuhan petani di lapangan,” ujar Wisnu.
Ia menjelaskan, Kecamatan Marangkayu memiliki potensi pertanian yang cukup besar, mulai dari tanaman padi, hortikultura, hingga perkebunan. Potensi tersebut perlu didukung pengetahuan dan keterampilan petani agar dapat dikelola secara lebih optimal.
Peserta pelatihan berasal dari tujuh desa, yakni Sebuntal, Semangkok, Bunga Putih, Sambera Baru, Makarti, Prangat Selatan, dan Prangat Baru.
Adapun materi yang diberikan meliputi budidaya padi sawah, penggunaan pupuk, pembuatan kompos, manajemen kelompok tani, pengendalian hama dan penyakit tanaman semangka, terong, serta tomat. Petani juga mendapat pembekalan mengenai protokol pemeliharaan tanaman dan budidaya hortikultura serta perkebunan.
Selain pelatihan teknis, Pupuk Kaltim memperkenalkan Biodex, produk biodekomposer yang membantu proses penguraian bahan organik dalam pembuatan kompos. Penggunaan produk tersebut diharapkan mendorong petani memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar lahan pertanian.
“Dengan begitu, sumber daya yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan lebih optimal, sejalan dengan semangat membangun pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Wisnu.
Dukungan sarana berupa Biodex dan electric sprayer juga diharapkan mempermudah petani menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Biodex dapat dimanfaatkan dalam pengolahan bahan organik, sedangkan electric sprayer mendukung kegiatan pemeliharaan tanaman.
Wisnu menegaskan, Pupuk Kaltim akan terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal.
“Pada akhirnya, yang ingin kita bangun adalah kemandirian. Saat pengetahuan, keterampilan, sarana, dan potensi lokal dapat berjalan bersama, masyarakat akan memiliki dasar kuat untuk mengembangkan pertanian secara mandiri,” tambahnya.
Sekretaris Kecamatan Marangkayu, Rahmatang, mengapresiasi pelaksanaan PAK TANI karena memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan sekaligus dukungan sarana bagi petani.
Ia berharap program serupa dapat dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, mengingat peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian di wilayahnya.
Rahmatang juga mendorong para peserta untuk menerapkan materi pelatihan dalam aktivitas pertanian sehari-hari agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami harap ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh para petani. Jangan hanya berhenti di pelatihan, tetapi bisa dipraktikkan dan dikembangkan di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutupnya.





