Media Meratus, Kutai Kartanegara – Akses internet gratis berpotensi menjadi salah satu program yang dinikmati masyarakat di 3.212 rukun tetangga (RT) se-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar tengah mengkaji usulan pengadaan perangkat internet yang dapat dibiayai melalui Program RT-KU Terbaik.
Rencana tersebut disiapkan di tengah penyesuaian anggaran program menjadi Rp50 juta per RT. Dengan pelaksanaan yang ditargetkan mulai Oktober 2026, pemerintah daerah kini mempertimbangkan kegiatan yang memungkinkan direalisasikan dalam waktu tersisa tahun ini.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan pengadaan perangkat internet menjadi salah satu opsi kegiatan yang sedang didorong. Usulan itu mencakup pembelian perangkat sekaligus pembiayaan kuota internet selama tiga bulan.
“Kami mendorong adanya kegiatan yang nanti spesifik bisa dilaksanakan serentak, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat wilayah RT. Rencana kita, mudah-mudahan salah satunya akan kita dorong untuk mengadakan peralatan internet desa gratis,” kata Arianto, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk penyediaan fasilitas tersebut diperkirakan sekitar Rp12 juta per RT. Nilai itu mencakup pengadaan perangkat hingga pembayaran layanan internet untuk tiga bulan pertama.
“Di angka Rp12 juta itu semua perangkat bisa dibeli, sampai pembayaran kuota internetnya untuk tiga bulan, insyaallah bisa,” ujarnya.
Jika terealisasi, fasilitas tersebut berpotensi memperluas akses internet di lingkungan masyarakat, termasuk untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan aktivitas warga. Namun, pemanfaatan serta cakupan layanan nantinya perlu disesuaikan dengan skema pengadaan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Arianto menegaskan, rencana internet gratis belum menjadi keputusan final. DPMD masih perlu melakukan simulasi kebutuhan anggaran dan memastikan usulan tersebut sesuai dengan arahan pimpinan serta kebutuhan masyarakat.
“Kalau misalnya nanti kita simulasikan, pimpinan setuju, kemudian juga itu kebutuhan yang memang sesuai janji Pak Bupati, sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat, insyaallah kita laksanakan,” jelasnya.
Empat Bidang Kegiatan Jadi Acuan
Selain pengadaan internet, pelaksanaan Program RT-KU Terbaik tetap mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang mencakup empat bidang, yakni ketahanan sosial, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur skala kecil, dan operasional RT.
Untuk ketahanan sosial, kegiatan dapat berupa bantuan bagi warga sakit, ibu hamil, serta penyediaan makanan bergizi bagi lansia dan balita. Sementara itu, pemberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui kegiatan pelatihan, sedangkan pembangunan infrastruktur diarahkan pada pembenahan lingkungan dalam skala kecil.
Dengan anggaran yang kini ditetapkan sebesar Rp50 juta per RT, DPMD Kukar perlu menentukan prioritas kegiatan agar program tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat dilaksanakan sesuai waktu yang tersedia.
Pengadaan internet gratis menjadi salah satu alternatif yang tengah dipertimbangkan karena berpotensi menjangkau banyak lingkungan RT. Meski demikian, kepastian pelaksanaan, mekanisme pengadaan, serta cakupan penerima masih menunggu hasil kajian dan persetujuan pimpinan daerah.
DPMD Kukar berharap kegiatan yang nantinya dipilih dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan Program RT-KU Terbaik secara efektif. (Adv)





